post

Para Pemain Barcelona Tidak Mau Bertahan

Kritik itu dituturkan oleh Legenda Manchester United, Rio Ferndinand, kepada BT Sports. Bahkan, dia menilai bahwa setidaknya ada lima pemain yang tidak pantas mengenakan kostum Barcelona karena tidak bisa mengimbangi level permainan yang ditampilkan tim arahan Luis Enrique.

Para Pemain Barcelona Tidak Mau Bertahan

Barcelona secara mengejutkan tertunduk lemas saat bertandang ke Turin dalam partai leg pertama babak perempat final Liga Champions Eropa. Melawan Tuan Rumah Juventus, mereka tak sekedar gagal menang, tapi dikalahkan dengan skor telak 3-0.

Hasil ini membuat Raksasa Catalan mengemban misi berat saat menjamu sang wakil Italia dalam partai leg kedua di camp Nou pekan depan, dengan mereka harus mencetak empat gol tanpa kebobolan satu gol pun jika ingin melangkah ke babak semifinal.

Selepas laga, Barcelona menerima banyak kritik, salah satunya datang dari legenda manchester United yang kini bekerja sebagai pandit sepakbola Rio Ferdinand. Menurutnya, para pemain Barcelona seperti malas untuk bertahan ketika ditekan Juve.

“mereka membutuhkan beberapa pemain baru, ada beberapa pemain mereka sekarang yang tidak akan masuk dalam skuat utama tiga tahun silam. Terlalu banyak nama untuk disebutkan. Ada lima atau enam pemain di tim ini yang saya rasa tidak pantas mengenakan seragam tersebut, karena mereka memang tidak bisa mengimbangi intensitas permainan yang ditunjukkan klub.”

“Harusnya para pemain memberikan dukungan kepada ketiga penyerang handal klub, namun mereka tidak punya kemampuan untuk mengalirkan bola dengan cepat. Dalam hal bertahan mereka nampak seperti tidak punya satu pun pemain yang mau melakukannya dan secara kolektif menurut saya mereka juga tidak bisa melakukan hal tersebut.” Demikian ujar Ferdinand kepada BT Sport.

post

Flamini Turut Sedih Liat Keterpurukan Arsenal

Kendati dirinya turut bermain saat The Eagles mengalahkan Arsenal, namun Flamini tetap sedih melihat bagaimana mantan klubnya tersakiti dalam beberapa pertandingan terakhir. Flamini berharap Arsenal bisa segera keluar dari periode buruknya.

Flamini Turut Sedih Liat Keterpurukan Arsenal

Mathieu Flamini, gelandang Crystal Palace ini menjadi salah satu pemain yang turut bersedih melihat apa yang dialami mantan klubnya, Arsenal, kendati dirinya sendiri turut andil saat mengalahkan The Gunners dalam pertandingan akhir pekan kemarin di Selhust Park Stadium.

Sebagaimana diketahui, Flamini telah meninggalkan Arsenal sejak musim anas kemarin, dia diturunkan sebagai pemain pengganti dalam pertandingan tersebut. Kendati demikian, gelandang asal Prancis turut berkontribusi membawa timnya menang 3-0 atas tim asuhan Arsene Wenger tersebut. Akibat kekalahan itu, Arsenal sendiri semakin menjauh dari Zona Liga Champions Eropa.

Ya, sekarang Arsenal menempati peringkat ke-6 di klasemen sementara Liga Primer Inggris, dengan total raihan 54 poin dari 30 penampilannya sejauh ini. Dengan koleksi poin sebanyak itu, Mereka terpaut tujuh poin dari Manchester City yang sudah bermain 31 kali dan berada di peringkat empat.

Nah, periode sulit ini membuat Flamini merasa sedih, meski dirinya sudah tidak lagi pemain Arsenal, tapi karena menghabiskan waktu lama bersama the Gunners, Flamini merasa masih terkoneksi dengan klub arahan Wenger tersebut.

“Hal ini menyakitkan karena saya masih penggemar Arsenal. Saya menghabiskan waktu bertahun-tahun di sana sehingga hati saya putih dan merah. Saya sangat berharap mereka bisa memenangkan tempat di Empat besar dan bermain di Liga Champions musim depan, karena mereka memang layak berada di sana. ”

“Arsenal adalah klub yang luar biasa, musim ini juga belum selesai, dan masih ada banyak perandingan yang bisa dimenangkan. Saya percaya mereka bisa berhasil. Sekarang, hasil akhir bergantung pada diri mereka sendiri,”

“Saya melihat bagaimana Wenger, dan tentu saja semua orang kecewa. Ketika Anda adalah klub besar yang ingin memenangkan setiap pertandingan, jadi itu adalah normal,” ujar Flamini seperti dikutip Sky Sports.

post

Manchester United Kini Terlalu ‘Ibra-Sentris’

Hal tersebut dituturkan oleh salah seorang legenda klub, Ryan Giggs, yang telah menghabiskan sepanjang karirnya sebagai pemain sepakbola bersama Setan Merah. Ketajaman Ibra memang bagus untuk United, namun Giggs merasa, akan ada efek ketergantungan jika tidak ada pemain lain yang bisa diandalkan.

Manchester United Kini Terlalu 'Ibra-Sentris'

Zlatan Ibrahimovic, striker veteran Swedia ini benar-benar mampu selalu menjadi sosok penting dalam setiap tim yang dibelanya, dan sekarang adalah manchester United. Namun, semenjak kedatangan eks Barcelona, Setan merah dianggap sebagai tim yang terlalu mengandalkan Ibra seorang.

Ibra didatangkan dari Paris Saint-Germain pada musim panas lalu dengan bebas transfer alias Gratis. Sejauh ini, Dia telah mengemas 29 gol bagi manchester United di semua ajang, 18 diantaranya tercipta di ajang Premier League. Yang terbaru, Ibra mencetak satu gol dalam kemenangan 3-0 atas Sunderland, dimana laga itu menandai comebacknya usai sanksi suspensi.

Terkait hal ini, Ryan giggs justru memberikan pandangan negatif, karena ketergantungan United terhadap Ibra dalam mencetak gol bisa saja terus berlanjut. Padahal, sang legenda mengatakan, bahwa dalam sebuah tim, gol tidak melulu dibebankan kepada striker, tapi juga gelandang, winger bahkan seorang bek sekalipun.

“Tidak ada banyak hal yang salah dengan tim. Mereka bermain bagus dan secara defensif kami juga terlihat kuat, Hanya ada masalah konsentrasi di mulut gawang, dan juga ketergantungan yang terlalu besar pada Ibrahimovic. Dia adalah seorang striker, namun anda membutuhkan gol dari semua sisi, apakah itu dari para gelandang, pemain sayap, atau bahkan para bek di situasi bola mati.” tutur Giggs di Today.

Setan merah sendiri saat ini menempati peringkat kelima di klasemen sementara, terpaut empat poin dari Manchester City.

post

Marek Hamsik Diklaim Sebagai Pemain Terkomplet Serie A

Sanjungan itu dituturkan oleh Pelatih Lazio, Simone Inzaghi, dimana sosok yang juga kita kenal sebagai mantan pemain AC Milan mengungkapkan kekagumannya akan sosok Hamsik dan secara pribadi mengagumi Pemain asal Slovakia tersebut.

Marek Hamsik Diklaim Sebagai Pemain Terkomplet Serie A

Marek Hamsik, gelandang andalan Napoli ini belum lama mendapatkan sanjungan dari salah seorang pelatih Italia. Bahkan, gelandang Internasional Slovakia tersebut dianggap sebagai satu-satunya pemain yang paling komplet di Serie A Italia Musim ini.

Sebagai informasi, musim ini, Hamsik memang tampil cukup memuaskan, dimana sang pemain telah mencatatkan 14 gol dan 12 assist di semua kompetisi bersama Napoli sepanjang musim ini dan kini tercatat hanya butuh tiga gol lagi untuk menyamai pencapaian sang legenda Diego Maradona, yang kita tahu adalah Top Skorer Sepanjang masa Napoli, dimana legenda Argentina itu telah mengemas 115 gol sepanjang membela Partenopei.

Pekan ini, dalam lanjutan Serie A Italia, Napoli akan berhadapan dengan Lazio di Stadio Olimpico, Roma, dan jelang laga tersebut, pelatih Lazio, Simone Inzaghi menyanjung sosok hamsik yang dianggapnya sebagai pemain paling komplet di Serie A Italia musim ini.

“Secara personal saya sangat menyukai Hamsik. Dia adalah pemain yang komplet. Dalam hal itu, dia kemungkinan adalah yang terbaik di Italia,” ujar Inzaghi kepada Corriere dello Sport.

Adapun dalam pertandingan nanti, Lazio sendiri berpeluang untuk memangkas jarak dengan tiga besar klasemen yang ditempati oleh Napoli pada garis akhirnya. Jika berhasil menang, mereka hanya terpaut satu poin saja dari Zona Liga Champions Eropa. Secara keseluruhan musim ini, Lazio memang bermain konsisten, dan performa mereka patut diacungi jempol.

post

Courtois Tak Ragu Chelsea Akhiri Musim dengan Dua Trofi

Dianggap penjaga gawang Tim Nasional Belgia tersebut bahwa saat ini Chelsea tengah memasuki Periode krusial, bulan krusial untuk menentukan trofi juara pada akhir musim nanti. Sang pemain sendiri mengaku yakin bahwa timnya mampu mendapatkan dua trofi tersisa musim ini.

Courtois Tak Ragu Chelsea Akhiri Musim dengan Dua Trofi

Chelsea, pemuncak klasemen sementara Premier League tersebut tidak hanya berpeluang menjuarai Liga musim ini, tapi mereka juga bisa memenangkan kompetisi Piala FA. Terkait dengan hal tersebut, kiper andalan The Blues, Thibaut Courtois, yakin timnya bisa meraih double winner pada akhir musim nanti.

Sebagaimana diketahui, Chelsea masih memuncaki klasemen sementara Premier League musim ini dengan keunggulan tujuh poin atas rival terdekat, Tottenham Hotspur. Sementara itu di ajang Piala FA, mereka telah menembus babak semifinal dan akan menghadapi Tottenham Hotspur pada babak tersebut.

Bisa disimpulkan, sisa musim ini sangat krusial bagi Chelsea, tak hanya untuk memenangkan trofi Premier League, tapi juga untuk memenangkan titel Piala FA. Namun Courtois yakin klubnya mampu memenangkan kedua trofi tersebut , selangkah demi selangkah.

“Apakah ini akan menjadi bulan penting yang menentukan kans kami menjadi double winner? Ya. Tentu saja kami juga ingin menjuarai Piala FA. Namun kami harus melakukannya selangkah demi selangkah. Kami akan bermain di dua pertandingan liga sebelum melakoni semifinal melawan Tottenham.”

“Pertama, yang harus kami lakukan adalah memulihkan diri lebih baik setelah laga melawan Manchester City, dan kemudian menghadapi laga penting melawan Bournemouth. Kami hanya perlu melakukan apa yang harus kami lakukan, dan saya berharap itu akan cukup.” tutur Courtois di Evening Standard.